سلامت داتڠ .. (^_^)


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْمِ اَللَّهِ اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ.. الحمدلله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى اله وصحبه أجمعين. أما بعد

ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما


Jangan Lupa Membaca Bismillah dan Berselawat Kepada Nabi S.A.W. Semoga Pengembaraan Anda di Blog Najeeba DiBerkati Allah..Ameen.. Syukran wa Jazakallhu Khairan.. :)

Daisypath Vacation Ticker

Saturday, December 6, 2008

++ Disember- bulan tragedi dan kerana kita yang berdosa?

Allah Memberi Pictures, Images and Photos


Bumi adalah milik Allah --Subhaanahu wa Taala-- , Dia-lah yang telah menciptakannya dan menjadikannya ada. Dia pula yang telah menciptakan manusia dia atasnya. Maka Dia pula-lah yang berhak untuk bertindak sekehendak-Nya. Perhatikanlah sebagian perbuatan Allah --Subhaanahu wa Taala-- terhadap bumi-Nya dalam ayat:

Artinya: "Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesunguhnya Kami mendatangi bumi, lalu kami kurangi bumi itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya". (QS Ar-Rad: 41)

Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud dari "Kami kurangi bumi itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya" adalah dengan tenggelamnya (sebagian bumi -pent), gempa dan berbagai macam bencana.

Jadi Allah --Subhaanahu wa Taala-- mengurangi bumi dari tepi-tepinya sesuai dengan kehendak-Nya, tidak ada yang bisa menolak keputusan-Nya.

Jika kita telah sedar bahwa bumi ini adalah milik Allah --Subhaanahu wa Taala-- , dan yang berhak untuk bertindak di dalam-Nya adalah Allah --Subhaanahu wa Taala-- juga; maka mari kita sama-sama merenungi apa hikmah di balik penciptaan kita di muka bumi ini?. Tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka menegakkan kalimat tauhid Allah --Subhaanahu wa Taala-- ,
mentaati perintah-Nya, mengikuti syari'at-Nya, merendahkan diri di hadapan-Nya, patuh terhadap perintah-Nya dan perintah rasul-Nya --Shallallahu alaihi wa Sallam-- . Kita wajib beriman terhadap ayat-ayat yang jelas, hujjah-hujjah yang tinggi serta dalil-dalil agung yang menjelaskan kesempurnaan Allah --Subhaanahu wa Taala-- dan kewajiban untuk taat kepada-Nya lantas mengikhlaskan ibadah hanya untuk-Nya.

Hingga kita dapat menjalankan tujuan penciptaan kita dengan sempurna; yaitu menjalankan perintah-Nya dan mengikuti rasul-Nya --Shallallahu alaihi wa Sallam-- .

Seharusnya seorang muslim bersikap tenang dalam menghadapi musibah yang menimpanya atau menimpa saudaranya; yakni dengan mendekatkan diri kepada Allah --Subhaanahu wa Taala-- , yakin dan bertawakkal kepada-Nya. Sesungguhnya musibah itu akan membuahkan bertambahnya iman seorang mukmin, bertambah baiknya hubungan dia dengan Allah --Subhaanahu wa Taala-- , serta semakin sempurna kedekatan dia dengan-Nya. Oleh karena itu Rasulullah --Shallallahu alaihi wa Sallam-- bersabda:
Artinya: "Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin; seluruh perkaranya adalah kebaikan. Jika dia mendapatkan nikmat, bersyukur, dan itu adalah merupakan kebaikan baginya. Dan jika dia tertimpa musibah, bersabar, itupun merupakan kebaikan baginya". HR Muslim.

Dan hal ini tidak akan ada kecuali dalam diri seorang mumin.
Sesungguhnya seorang yang beriman akan sadar bahwa musibah-musibah ini tidak lain dan tidak bukan adalah akibat dosa-dosa. Tidaklah terjadi suatu malapetaka melainkan gara-gara perbuatan dosa, dan malapetaka itu tidak akan dicabut (oleh Allah --Subhaanahu wa Taala-- ) kecuali dengan taubat. Allah --Subhaanahu wa Ta'ala-- telah menjelaskan:
Artinya: "Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya". QS. Al-Ankabut: 40.

Saat inilah seharusnya seorang mumin mendekat kepada Allah --Subhaanahu wa Taala-- dengan membawa taubat dan berserah diri kepada-Nya, sehingga dia dapat memetik pelajaran dari musibah yang menimpa orang lain. "Sesungguhnya orang yang bahagia adalah yang dapat memetik pelajaran dari (apa yang menimpa) saudaranya, sebaliknyanya orang yang merugi adalah jika saudaranyalah yang mengambil pelajaran dari apa yang menimpa dirinya".
Terakhir, kita memiliki beberapa kewajiban terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah besar ini, di antaranya;

- Berdoa agar Allah --Subhaanahu wa Taala-- meringankan penderitaan mereka, serta menjadikan musibah ini sebagai titik tolak bagi mereka untuk kembali kepada kebaikan dan bertaubat kepada-Nya. Kita juga memohon agar Allah --Subhaanahu wa Ta ala-- menenangkan ketakutan mereka, menutupi aurat mereka dan memberi rizki orang-orang yang ditimpa kelaparan.

- Juga kita berkewajiban untuk mengulurkan tangan membantu mereka semampu kita. Saat ini ribuan orang sama sekali tidak memiliki tempat tinggal, rumah, makanan dan minuman. Sedangkan kita hidup dalam kenikmatan. Bersyukurlah kepada Allah --Subhaanahu wa Ta ala-- atas nikmat dan karunia-Nya, kemudian bantulah saudara-saudara kita semampunya!.
Kami tutup khutbah ini dengan sebuah doa agung dan berbarakah, yang selalu dibaca oleh Rasulullah --Shallallahu alaihi wa Sallam-- setiap malam sebelum merebahkan tubuhnya di peraduan:

Artinya: "Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kita makan, minum dan mencukupi kita, serta memberi kita tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tidak mendapatkan yang mencukupi dia serta memberi dia tempat tinggal". (HR Muslim dari Anas bin Malik)
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin 3X, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, serta hancurkanlah musuh-musuh agama kami. Ya Allah, ringankanlah musibah yang menimpa saudara-saudara kami di manapun mereka berada, kuatkanlah mereka wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah.

Ya Allah, tenangkanlah rasa takut mereka, ubatilah kelaparan dan dahaga mereka, tutupilah aurat mereka, karuniakanlah kepada mereka tempat tinggal yang baik, wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah. Ya Allah, kembalikanlah kami dan mereka kepada-Mu dengan baik, berilah kami taufik untuk bertaubat kepada-Mu, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang beriman dan mengikuti rasul-Mu --Shallallahu alaihi wa Sallam-- , juga karuniailah kami -wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah- taufik untuk mengerjakan hal-hal yang Engkau cintai dan ridhai, bantulah kami untuk melakukan kebaikan dan ketakwaan, janganlah Engkau jadikan kami bergantung kepada diri sendiri, meskipun hanya sekejap mata.

Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, baik yang kecil maupun yang besar, yang terdahulu maupun yang akan datang, serta yang tersembunyi maupun yang terlihat. Ya Allah, sesungguhnya kami telah mendzalimi diri kami, jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihi, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang merugi.

Hanya ini yang dapat kami sampaikan, kami mohon ampunan kepada Allah --Subhaanahu wa Ta'ala-- untuk kita dan seluruh kaum muslimin dari segala dosa, mintalah ampun kepada-Nya, niscaya Dia akan ampuni. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
--------------------------
(Ditranskrip dan diterjemahkan dari khutbah Jum'at Syeikh. Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al Badr, oleh: Anas Burhanuddin dan Abdullah Zaen).


0 wahai manusia..berpesan-pesanlah..COMMENT me!:

Mari Me'release' tension~

To those yang mengantuk especially with this gloomy weather or yang tengah stress, pls do this simple exercise below :)

Selamat Mencuba!!

ni ala taichi sikit la… sebagai intro dan warming up..

tiru la macam ni… untuk melegakan bahu dan leher..

wa..wa..aaa

gerak kekanan kemudian ke kiri..

gerak ke kiri kemudian ke kanan

ikut je ler… jangan terpusing kepala udah la..

tepuk kuat kuat kat dahi.. ni untuk hilang mengantuk..

dah tu buat gerakan tangan dan badan… buat macam happy aje..

kemudian goyang2 kaki dan badan sikit… buat macam takde masalah…

buat secara agresif pula… jangan peduli apa orang lain kata..

hilangkan semua stress…

pusingkan kepala…

tengok muka kat cermin sambil goyang2.. lawa tak…

akhir sekali buat joget kucing…

--------------

kalau tak hilang juga stress tu ambil bantal kecik gi tidur bawah meja..

Sekian~

Jenguk..Jenguk...

Renungan Sejenak -

"Mahkota kemanusiaan ialah rendah hati." "Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya." "Yang memimpin wanita bukan akalnya, melainkan hatinya."

People COME People GO ++ Promotion Link

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ PhotobucketBoycott Pictures, Images and PhotosPhotobucketFREE PALESTINE PhotobucketFREE PALESTINE Quran Auto ReciterSearch in Quran and Hadith
iluvislam